Pertamina Pastikan Antrean SPBU di Bali Mulai Terurai pada Hari Kedua Ganjil Genap
Pertamina Patra Niaga memastikan antrean kendaraan di SPBU wilayah Bali mulai berkurang signifikan pada hari kedua penerapan aturan ganjil-genap Pertalite.
DENPASAR — PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa kepadatan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bali mulai menunjukkan penurunan signifikan pada hari kedua uji coba penerapan skema ganjil-genap untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.
Langkah penataan ini diambil sebagai respon cepat dari pemangku kebijakan daerah bersama Pertamina guna mengatasi lonjakan konsumsi serta memastikan distribusi energi bersubsidi dapat tersalurkan secara lebih tertib, adil, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.
Evaluasi Hari Kedua Penerapan Skema Ganjil-Genap
Berdasarkan pantauan lapangan oleh tim Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, antrean panjang kendaraan roda empat yang sempat mengular di beberapa titik strategis, khususnya di kawasan Denpasar dan Badung, berangsur normal. Masyarakat dinilai mulai memahami pola pembagian tanggal ganjil dan genap sesuai dengan angka terakhir pada pelat nomor kendaraan mereka.
Pihak Pertamina menegaskan bahwa pasokan BBM untuk seluruh wilayah Bali sebenarnya berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Penumpukan kendaraan yang sempat terjadi sebelumnya lebih banyak dipicu oleh kepanikan konsumen (panic buying) serta waktu pengisian yang terkonsentrasi pada jam-jam sibuk secara bersamaan.
"Kami terus memantau pergerakan stok dan pola antrean di setiap SPBU secara berkala. Pada hari kedua ini, koordinasi intensif bersama aparat keamanan dan pengelola SPBU terbukti efektif mengurai kepadatan, sehingga pelayanan konsumen berjalan lebih lancar," jelas perwakilan Pertamina Patra Niaga.
Sinergi Pengaturan Lalu Lintas dan Distribusi Energi
Dalam penerapannya, Pertamina tidak berjalan sendiri. Petugas kepolisian lalu lintas dan dinas perhubungan setempat turut diterjunkan ke SPBU-SPBU yang memiliki volume transaksi tinggi untuk membantu mengarahkan arus kendaraan masuk dan keluar. Langkah ini mencegah terjadinya kemacetan yang merembet ke jalan protokol utama.
Di samping itu, operator SPBU diinstruksikan untuk menambah jalur pelayanan cepat dan mengoptimalkan fungsi dispenser BBM, sehingga durasi pengisian per kendaraan dapat dipersingkat tanpa mengurangi akurasi takaran.
Pentingnya Program Subsidi Tepat dan Digitalisasi Barcode Pertamina
Dinamika distribusi BBM di Bali kembali menegaskan pentingnya percepatan program Subsidi Tepat Pertamina melalui pencocokan data digital. Kebijakan pembatasan dan pengaturan seperti ganjil-genap merupakan langkah taktis jangka pendek, sementara fondasi jangka panjangnya adalah verifikasi kendaraan melalui QR Code / Barcode Subsidi Tepat MyPertamina.
Dengan sistem barcode:
- Penyaluran Tepat Sasaran: Hanya kendaraan yang telah terdaftar dan lolos verifikasi data yang dapat membeli BBM bersubsidi (Solar dan Pertalite).
- Pencegahan Kuota Ganda: Sistem digital mampu mendeteksi batas kuota harian kendaraan secara otomatis di seluruh SPBU terintegrasi.
- Pelayanan Transparan dan Cepat: Pengemudi cukup menunjukkan QR Code di ponsel atau cetakan fisik untuk dipindai oleh operator sebelum pengisian dilakukan.
Langkah Bagi Pemilik Kendaraan yang Belum Memiliki Barcode
Bagi masyarakat maupun pemilik usaha transportasi yang belum melengkapi kendaraannya dengan barcode Pertamina, sangat disarankan untuk segera melakukan pendaftaran dan pemutakhiran berkas kendaraan (STNK, KTP, dan foto kendaraan). Keberadaan barcode resmi memastikan Anda tetap dapat mengakses kuota BBM subsidi tanpa kendala di seluruh jaringan SPBU nasional.
Sumber Berita: Diolah dan dirangkum dari siaran berita resmi Antara News & Pertamina Patra Niaga.